Kamis, 29 Maret 2012

  1. Sistem Filogenetik
Klasifikasi sistem filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli biologi. Pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859. Menurut Darwin, terdapat hubungan antara klasifikasi dengan evolusi.
Sistem filogenetik disususn berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi maupun fisiologinya, sistem ini pun menjelaskan mengapa makhluk hidup semuanya memiliki kesamaan molekul dan bio kimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk susunan dan fungsinya pada setiap makhluk hidup.
Jadi pada dasarnya, klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotip yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya. TITEL /Sistem Filogenetik <data:blog.pageName/> ~ <data:blog.title/>

keunikan otak manusia

Setelah ribuan tahun dipelajari dari berbagai macam riset, mulai terungkap beberapa sisi misterius otak manusia. Ada beberapa fakta penting ditemukan yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan oleh manusia.

Otak adalah salah satu organ yang paling menakjubkan di dalam tubuh manusia, karena ia dapat mengendalikan sistem saraf pusat agar bisa bekerja secara normal.

Otak manusia sangatlah kompleks dan terdiri sekitar 100 miliar saraf (neuron) dan ada begitu banyak hal terjadi di dalam otak dengan berbagai bidang yang berbeda. Karenanya otak termasuk salah satu organ vital dalam kehidupan manusia.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Jumat (5/3/2010), beberapa fakta lain seputar otak manusia yang belum banyak diketahui, yaitu :

1. Otak tetap aktif meskipun kepala sudah terpenggal

Berdasarkan pengamatan beberapa kisah diketahui, bahwa otak manusia masih bisa tetap aktif selama beberapa detik setelah kepalanya dipenggal. Namun, para dokter percaya bahwa hal tersebut merupakan refleksi kedut otot.

Dr Harold Hillman, mantan direktur Unity Laboratory of Applied Neural Biology di University of Surrey menuturkan bahwa kematian terjadi, karena adanya pemisahan antara otak dengan sumsum tulang belakang, tapi hal ini bersifat menyakitkan sehingga banyak negara yang tidak memberlakukan metode ini.

2. Otak manusia merupakan otak yang paling besar

Beberapa binatang bisa menggunakan otaknya untuk melakukan berbagai hal seperti yang dilakukan oleh manusia. Tapi, sebenarnya otak manusia berukuran paling besar dibandingkan dengan otak binatang manapun. Rata-rata berat otak manusia dewasa sebesar 1,361 kilogram, berat ini hampir sama dengan otak binatang lumba-lumba yang dianggap sebagai hewan yang cerdas.

3. Obat-obatan bisa menyebabkan lubang di otak

Salah satu penelitian menyatakan, penggunaan obat seperti mariyuana bisa menghilangkan sedikit memori, sedangkan untuk obat seperti kokain atau ekstasi dapat menimbulkan lubang di otak. Sebenarnya, satu-satunya hal yang dapat menimbulkan lubang di otak, adalah akibat adanya trauma atau benturan fisik.

Selain itu, sebuah studi dari New Scientist menyatakan penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan tidak normal dari otak yang bersifat permanen, karenanya sulit untuk mengubah perilaku dari seorang pecandu.

4. Otak manusia berwarna abu-abu

Beberapa bagian dari tubuh memiliki warna tersendiri untuk darah, jaringan, tulang atau cairan lain. Tapi jika otak manusia diawetkan dalam stoples, meskipun masih berdenyut kebanyakan berwarna abu-abu, karena itu seluruh otak kadang disebut sebaagi materi abu-abu. Namun, otak juga tetap mengandung materi putih yang terdiri dari serat saraf untuk menghubungkan materi abu-abu.

Sedangkan komponen yang berwarna hitam disebut dengan substantia nigra, yang merupakan neuromelanin hitam, yaitu pigmen khusus yang sama dengan warna kulit dan rambut dan merupakan batas dari bagian basal ganglia.

5. Otak bisa mempelajari pesan bawah sadar

Otak dapat mempelajari pesan yang berasal dari alam bawah sadar seseorang sehingga nantinya akan mempengaruhi perilaku dari orang tersebut. Banyak perusahaan menggunakan hal ini sebagai ajang promosi untuk mempengaruhi seseorang agar mau membeli produknya.

Namun, berat dari otak lumba-lumba lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, sehingga otak manusia tetap saja menjadi yang paling besar. Selain itu, kecerdasan juga berkaitan dengan berbagai komponen di otak, dan mamalia memiliki korteks serebral terbesar yang bertanggung jawab terhadap fungsi memori, komunikasi, dan berpikir.


Rabu, 28 Maret 2012

RPP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Sekolah                              :     MTs Al Hidayah Karangrayung
Kelas / Semester               :     VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran                   :     IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu                   :     4 X 40’

Standar Kompetensi         :     1.     Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.
Kompetensi Dasar           :     1.1   Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuan-nya.

Tujuan Pembelajaran       :     Peserta didik dapat:
                                                1.     Menjelaskan pengertian besaran dan satuan.
                                                2.     Mengelompokkan besaran pokok dan besaran turunan.
                                                3.     Menggunakan Satuan Internasional sesuai dengan besaran yang diukur dalam pengukuran dengan Ketelitian ( carefulness).
                                                4.     Mengkonversi satuan panjang, massa dan waktu terhadap hasil pengukuran.
                                                5.     Memecahkan masalah yang berkaitan dengan besaran pokok dan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.

v      Karakter siswa yang diharapkan :          Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran       :     Besaran dan Satuan

Metode Pembelajaran      :     Model
                                                -       Direct Instruction (DI)
                                                -       Cooperative Learning
                                                Metode
                                                -       Diskusi kelompok
                                                -       Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA

a.   Kegiatan Pendahuluan
      .     Motivasi dan apersepsi
            -     Apakah semua gejala alam termasuk ke dalam besaran?
            -     Apakah manfaat satuan dalam pengukuran yang kita lakukan?
      .     Prasyarat pengetahuan
            -     Apakah yang dimaksud dengan besaran dan satuan?
            -     Apakah Satuan Internasional?
      .     Pra eksperimen
            -     Berhati-hatilah dalam membaca skala mistar.

b.   Kegiatan Inti
§     Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
  •      Menjelaskan pengertian besaran dan satuan
  •      melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan  dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
  •      menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  •      memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  •      melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  •      memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan secara Disiplin ( Discipline ) dan bertanggung jawab ( responsibility ) serta memiliki ketelitian ( carefulness)

§     Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F     membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F     memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F     Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
F     Secara kelompok, peserta didik mendiskusikan pengertian besaran dan klasifikasinya, kemudian membuat kesimpulan sementara dan anggota masing-masing kelompok meng-komunikasikannya.
F     Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
F     Setiap kelompok diberi tugas untuk mengukur panjang dan lebar meja guru dengan jengkalnya masing-masing dan mistar plastik.
F     Peserta didik secara berkelompok melakukan pengukuran panjang dan lebar meja guru dengan jengkalnya masing-masing dan mistar plastik.
F     memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F     memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F     memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F     memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
F     memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F     memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F     memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

§     Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F     memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F     memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F     memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F     memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø      berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø      membantu menyelesaikan masalah;
Ø      memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø      memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø      memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F     bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F     melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F     memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F     merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a.   Kegiatan Pendahuluan
      .     Motivasi dan apersepsi
            Secara klasikal guru memberi pertanyaan; apakah manfaat Satuan Internasional?
      .     Prasyarat pengetahuan
            Peserta didik diminta untuk menyebutkan satuan untuk besaran panjang, waktu dan massa.

b.   Kegiatan Inti
§     Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F     Guru memberikan informasi cara mengkonversikan satuan dengan memakai tangga konversi dimana setiap kali turun 1 anak tangga dikali 10, sedangkan jika naik dibagi 10.
F     melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
F     menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F     memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F     melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F     memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

§     Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F     Melalui diskusi kelas, guru memberikan informasi tentang Satuan Internasional dari besaran pokok dan besaran turunan.
F     Melalui diskusi kelompok, peserta didik diberi tugas untuk menuliskan beberapa contoh penyajian hasil pengukuran, kemudian mengkonversikannya ke dalam Satuan Internasional.
F     Guru memberikan contoh soal latihan cara mengkonversi satuan panjang dengan menggunakan tangga konversi.
F     Peserta didik diminta untuk menyebutkan beberapa hasil pengukuran yang biasa mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mengkonversikannya ke dalam Satuan Internasional.

§     Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F     Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
F     Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F     Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
F     Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal tentang besaran dan satuan

Sumber Belajar
a.   Buku IPA
b.   Buku kerja
c.   Lingkungan sekitar
d.   Alat ukur

Penilaian    :              
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
§     Mengidenti-fikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompok-kannya dalam besaran pokok dan besaran turunan.
§     Mengguna-kan Satuan Internasio-nal dalam pengukuran.
§     Mengkon-versi satuan panjang, massa dan waktu secara sederhana.
§     Mengguna-kan besaran pokok dan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.
Tes tertulis
Tes ur